Publication | Closed Access
Mineral, Fatty Acid and Dietary Fiber Compositions in Several Indonesian Seaweeds
17
Citations
0
References
2004
Year
NutritionEngineeringFood AnalysisAgricultural EconomicsDietary FibreSerat TotalFood ChemistryAgricultural ChemistryEnvironmental ChemistryNutrient BioavailabilityPublic HealthFood CompositionDietary Fiber CompositionsFood ComponentMicronutrientsFatty AcidDietary FiberEnvironmental EngineeringSeveral Indonesian SeaweedsAsam LemakSeed ProcessingRumput Laut
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi dan profil kandungan nutrient dan non-nutrien (mineral, asam lemak dan serat) pada sembilan jenis rumput laut dan beberapa kelas (alga hijau, coklat dan merah). Kandungan mineral didominasi oleh kalsium, potassium, dan sodium. Asam palmitic adalah asam lemak utama yang ditemukan pada semua contoh rumput laut, diikuti oleh asam stearic, asamoleic, dan asam linolenic. Konsentrasi asam eicosapentaenoic tertinggi ditemukan pada jenis alga merah Kappaphycus alvarezii (8,09%), sedangkan alga merah Sargassum polycystum mengandung asam arachidonic tertinggi (14,43%). Kisaran kandungan serat total, serat terlarut dan serat tidak terlarut pada contoh alga yang dianalisa berturut-turut adalah 14.7 - 69.3, 14.3 - 64.1 dan 0.4 - 10.7 (g/100 g berat kering). Alga merah jenis K. alvarezii memiliki kandungan serat total dan serat terlarut tertinggi, sedangkan alga yang mengandung serat tidak terlarut tertinggi adalah jenis alga hijau Ulva reticulate.Kata kunci: serat, asam lemak, Indonesia, mineral, rumput laut.